Jessie J tour indonesia
JAKARTA - Memakai kaos yang dibalut blazer jeans 'belel', legging
bercorak macan, boots tinggi berwarna merah, Jessie J naik ke panggung
sambil berjoget.
"Halooooo," teriaknya kepada wartawan saat jumpa pers POND'S Teens
Concert 2012, di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu siang (18/3).
Perempuan yang khas dengan poni lurusnya itu langsung disambut oleh Ayu Dewi yang menjadi MC dalam jumpa pers tersebut. Dalam hitungan jam, penyanyi asal Inggris itu akan menghentak Jakarta di Ji-Expo Hall D2 Kemayoran, Jakarta.
"I am ready to rock! Saya senang sekali dan tidak menyangka penonton akan berkisar 6.000 orang," kata pelantun hit "Price Tag" itu.
Pemilik nama asli Jessica Ellen Cornish itu pasti tidak akan pernah menyangka bahwa ia akan menjadi penyanyi kelas dunia seperti sekarang. Dia sudah meraih penghargaan bergengsi seperti BBC Sounds 2011, MTV Brand New 2011, dan BRIT Awards 2011.
Perjalanan karir penyanyi muda yang lahir pada 27 Maret 1988 itu bukanlah sesuatu yang mudah. Jessie J mulai merintis karirnya pada usia 17 tahun. Pada awalnya ia dikontrak oleh suatu label, namun sebelum materi musiknya sempat dirilis, label tersebut bangkrut.
Jessie J tidak patah semangat. Ia tetap bersikeras untuk mencoba lagi karirnya dalam bermusik. Ia pun memulai perjalanannya dengan menulis lirik-lirik lagu musisi internasional seperti Chris Brown dalam lagu "I Need This" dan Miley Cyrus lewat hit single "Party in the USA".
Ia memang tidak hanya pandai bersenandung namun juga berbakat dalam merangkai kata-kata. "Menulis lagu bagi saya mengungkapkan pengalaman hidup, lewat lagu," ujar penyanyi yang memiliki tindikan anting di hidung itu.
Itulah keinginan Jessie J sejak kecil. Ia ingin berbagi kepada dunia melalu kata-kata. Ia ingin meneriakkan sesuatu kepada dunia dan ternyata lewat musik ia bisa melakukan hal itu.
"Dulu saya tidak niat untuk menjadi penyanyi, dan orang tua juga tidak pernah memaksa saya. Dan ternyata lewat musik saya bisa wujudkan impian saya," katanya.
Seperti dalam lagunya "Price Tag", ia ingin mengatakan bahwa uang memang bisa membeli apapun yang kita inginkan.
"..It's not about the money, money, money. We don't need your money, money, money. We just wanna make the world dance. Forget about the Price Tag.."
"Namun hidup itu lebih kepada cinta dan memberikan pada sesama, bukan uang," katanya.
Semakin berkilau
Pada November 2010, Jessie J kembali mencoba dunia menyanyi dengan meluncurkan singel pertamanya yang berjudul "Do It Like a Dude". Lagu tersebut masuk urutan dua dalam UK Singles Chart dan peringkat delapan di Selandia Baru. Lagu selanjutnya, "Price Tag", bersama dengan B.o.B dirilis pada akhir Januari 2011 dan menduduki nomor satu dalam chart UK selama dua mingu.
Dengan adanya tambahan lagu "Domino" dan dua lagu baru, Jessie J merilis ulang album perdananya tersebut pada November 2011, dimana "Domino" menjadi lagu kedua yang masuk dalam top 30 di US, setelah suksesnya "Price Tag".
Ia berhasil meluncurkan album perdananya "Who You Are" setelah meneken kontrak dengan Lava. Proses pembuatan album yang dimulai pada 2006 itu langsung mencapai urutan kedua dalam UK Album Charts dan 10 besar dalam chart musik di berbagai negara dan nomor 11 di US.
Karirnya pun semakin gemilang. Ia sukses meraih impiannya dalam bermusik. Seiring albumnya yang sukses di Amerika Utara, Jessie mulai tur sebagai pembuka konser Katy Perry dalam California Dreams Tour 2011.
Setelah itu ia merilis lagu selanjutnya, "Nobody's Perfect" yang memasuki nomor sembilan di UK, dan lagu keempatnya, "Who's Laughing Now" masuk urutan 16.
"Make it Happen"
Melihat perjalanan karir Jessie J, POND'S menggandeng musisi berbakat tersebut dalam POND'S Teens Concert agar dapat memberi inspirasi kepada para remaja di Indonesia agar berani mengambil langkah awal untuk "make things happen".
Jessie J yang memiliki gaya 'nyentrik' itu menjadikan kegagalan untuk mengambil seribu langkah dalam mengejar mimpinya. Seperti dalam lirik lagunya, "Who You Are", ia berpesan kepada semua orang untuk menjadi diri sendiri.
"Don't lose who you are in the blur of the stars. Seeing is deceiving, dreaming is believing. It's okay not to be okay. Sometimes it's hard to follow your heart. Tears don't mean you're losing, everybody's bruising. Just be true to who you are.."
Urusan kostum, ia mengaku menyukai Gwen Stefani dan Rihanna, namun mereka tidak khusus menjadi inspirasinya.
"Saya pakai baju apa saja yang nyaman dan yang penting menjadi diri sendiri," kata Jessie yang besok akan melanjutkan turnya ke Singapura.
Jessie J berjanji akan mempersembahkan sesuatu yang spesial untuk penonton Indonesia. Sesuatu hal yang membanggakan baginya untuk bisa tampil di sini, di Indonesia.
"Saya dedikasikan musik saya untuk semua umur yang mau mendengarkan. Saya tidak sempurna, saya juga bisa membuat kesalahan," ucap Jessie yang ditutup dengan senyum manisnya.
Perempuan yang khas dengan poni lurusnya itu langsung disambut oleh Ayu Dewi yang menjadi MC dalam jumpa pers tersebut. Dalam hitungan jam, penyanyi asal Inggris itu akan menghentak Jakarta di Ji-Expo Hall D2 Kemayoran, Jakarta.
"I am ready to rock! Saya senang sekali dan tidak menyangka penonton akan berkisar 6.000 orang," kata pelantun hit "Price Tag" itu.
Pemilik nama asli Jessica Ellen Cornish itu pasti tidak akan pernah menyangka bahwa ia akan menjadi penyanyi kelas dunia seperti sekarang. Dia sudah meraih penghargaan bergengsi seperti BBC Sounds 2011, MTV Brand New 2011, dan BRIT Awards 2011.
Perjalanan karir penyanyi muda yang lahir pada 27 Maret 1988 itu bukanlah sesuatu yang mudah. Jessie J mulai merintis karirnya pada usia 17 tahun. Pada awalnya ia dikontrak oleh suatu label, namun sebelum materi musiknya sempat dirilis, label tersebut bangkrut.
Jessie J tidak patah semangat. Ia tetap bersikeras untuk mencoba lagi karirnya dalam bermusik. Ia pun memulai perjalanannya dengan menulis lirik-lirik lagu musisi internasional seperti Chris Brown dalam lagu "I Need This" dan Miley Cyrus lewat hit single "Party in the USA".
Ia memang tidak hanya pandai bersenandung namun juga berbakat dalam merangkai kata-kata. "Menulis lagu bagi saya mengungkapkan pengalaman hidup, lewat lagu," ujar penyanyi yang memiliki tindikan anting di hidung itu.
Itulah keinginan Jessie J sejak kecil. Ia ingin berbagi kepada dunia melalu kata-kata. Ia ingin meneriakkan sesuatu kepada dunia dan ternyata lewat musik ia bisa melakukan hal itu.
"Dulu saya tidak niat untuk menjadi penyanyi, dan orang tua juga tidak pernah memaksa saya. Dan ternyata lewat musik saya bisa wujudkan impian saya," katanya.
Seperti dalam lagunya "Price Tag", ia ingin mengatakan bahwa uang memang bisa membeli apapun yang kita inginkan.
"..It's not about the money, money, money. We don't need your money, money, money. We just wanna make the world dance. Forget about the Price Tag.."
"Namun hidup itu lebih kepada cinta dan memberikan pada sesama, bukan uang," katanya.
Semakin berkilau
Pada November 2010, Jessie J kembali mencoba dunia menyanyi dengan meluncurkan singel pertamanya yang berjudul "Do It Like a Dude". Lagu tersebut masuk urutan dua dalam UK Singles Chart dan peringkat delapan di Selandia Baru. Lagu selanjutnya, "Price Tag", bersama dengan B.o.B dirilis pada akhir Januari 2011 dan menduduki nomor satu dalam chart UK selama dua mingu.
Dengan adanya tambahan lagu "Domino" dan dua lagu baru, Jessie J merilis ulang album perdananya tersebut pada November 2011, dimana "Domino" menjadi lagu kedua yang masuk dalam top 30 di US, setelah suksesnya "Price Tag".
Ia berhasil meluncurkan album perdananya "Who You Are" setelah meneken kontrak dengan Lava. Proses pembuatan album yang dimulai pada 2006 itu langsung mencapai urutan kedua dalam UK Album Charts dan 10 besar dalam chart musik di berbagai negara dan nomor 11 di US.
Karirnya pun semakin gemilang. Ia sukses meraih impiannya dalam bermusik. Seiring albumnya yang sukses di Amerika Utara, Jessie mulai tur sebagai pembuka konser Katy Perry dalam California Dreams Tour 2011.
Setelah itu ia merilis lagu selanjutnya, "Nobody's Perfect" yang memasuki nomor sembilan di UK, dan lagu keempatnya, "Who's Laughing Now" masuk urutan 16.
"Make it Happen"
Melihat perjalanan karir Jessie J, POND'S menggandeng musisi berbakat tersebut dalam POND'S Teens Concert agar dapat memberi inspirasi kepada para remaja di Indonesia agar berani mengambil langkah awal untuk "make things happen".
Jessie J yang memiliki gaya 'nyentrik' itu menjadikan kegagalan untuk mengambil seribu langkah dalam mengejar mimpinya. Seperti dalam lirik lagunya, "Who You Are", ia berpesan kepada semua orang untuk menjadi diri sendiri.
"Don't lose who you are in the blur of the stars. Seeing is deceiving, dreaming is believing. It's okay not to be okay. Sometimes it's hard to follow your heart. Tears don't mean you're losing, everybody's bruising. Just be true to who you are.."
Urusan kostum, ia mengaku menyukai Gwen Stefani dan Rihanna, namun mereka tidak khusus menjadi inspirasinya.
"Saya pakai baju apa saja yang nyaman dan yang penting menjadi diri sendiri," kata Jessie yang besok akan melanjutkan turnya ke Singapura.
Jessie J berjanji akan mempersembahkan sesuatu yang spesial untuk penonton Indonesia. Sesuatu hal yang membanggakan baginya untuk bisa tampil di sini, di Indonesia.
"Saya dedikasikan musik saya untuk semua umur yang mau mendengarkan. Saya tidak sempurna, saya juga bisa membuat kesalahan," ucap Jessie yang ditutup dengan senyum manisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar